Ied Mubarak dan Seonggok cerita SMA
What is up ?
Ied Mubarak !!
Sampai jumpa ramadhan, samapai jumpa ta'jil gratis, sampai jumpa taraweh berjamaah, sampai jumpa bukber, sampai jumpa saur on the road sampai jumpa tahun depan.
yohaa,,, I am getting back dengan segenap kebagiaan Idul fitri suasana kemenangan.
Ya, kali ini gue bela-belain untuk coba nyoret lagi saat ini di catatan yang sebenarnya udah lama gue sadari lebih banyak mudharatnya dari pada manfaatnya buat orang lain. Selain ALAY detected, coretan ini juga mengandung unsur-unsur bahasa yang cacat dan semau gue yang sebenarnya sangan merusak kaedah bahasa indonesia yang pernah diajarkan guru-guru gue semasa sekolaha dulu. Gimana ga cacat? Gaya bahasa yang seenaknya, tanda baca yang ga ada aturan, ga sesuai sama SPOK sampai kepada unsur-unsur sok british yang gue campur adukkan (britishnya juga ngaco, coy!) dan hal ini membuat gue ngerasa berdosa sama guru-guru Bahasa Indonesia semasa sekolah dulu.
Ngomong-ngomong soal sekolah, beberapa waktu lalu gue sempat hadir di beberapa acara buka bersama diantara buka bersama dengan alumni SMA gue yang beara di JABODETABEKAR dan sekitarnya. Ada sedikit kisah manis sewaktu gue sekolah dulu. Percaya atau tidak entah bagaimana gue dulunya pernah tergabung ke dalam seksi pers dan mading OSIS SMA dan lebih parah lagi gue dipilih sebagai koordinatornya. Entah bisikan apa yang membuat orang-orang yang udah milih gue sampe-sampe matanya terbutakan sama kenyataan. koq bisa? gue ga ngerti.
ngomong-ngomong soal masa lalu gue soal OSIS waktu SMA dulu, gue tiba-tiba flash back sambil geleng-geleng kepala mengingat keabsurban gue masa itu. Koq bisa gitu ?!
So the story was began,,,
semua bermula dari kegagalan gue mencalonkan diri menjadi bakal calon ketua OSIS padahal kalo diperkirakan dengan metode yang sama dipakai oleh teman Ahok, gue memiliki potensi yang cukup besar untuk bisa bersaing, berjibaku, bercengkrama dan bertatata busana di ajang pemilihan miss ketua OSIS tersebut. Gue mendapat dukungan yang cukup besar dari teman diqi (anggap aja nama pendudung gue pada saat itu) dengan pasangan kandidat sebut aja namanya Dono. Si Dono juga terbiklang orang yang cukup cerdas dan cukup berkharisma, berwibawa dan beriatas. Tapi sayangnya saat itu gue mutusin untuk menolak penawaran teman diqi dengan berbagai alasan gue saaat ini dan salah satunya gue harus ngejar akademik gue dulu. Padahal akademik juga ga kemana-mana kenapa harus gue kejar? ya ,, banyak lagi alasan lain yang sebenarnya alasan itu doesn't make sense.
Pada akhirnya, si Dono maju dengan pasangan lain dan meraut suara terbanyak dan akhirnya pun si Dono terpilih menjadi juara miss OSIS.
Beberapa waktu setelah terpilih si Dono, selanjutnya masuk ke tahap staffing yang dilakukan oleh si Dono bersama majelis2 ta'limnya. Tibalah hari yang ditunggu-tunggu buat mereka yang pengen eksis. Gue yang sebenarnya don't care dengan ceremony itu, tiba-tiba didatangi si Dono seraya berkata "Diq, Lu jadi ketua Seksi Pers dan Mading yah, Good luck". "What???? what the fuck are you talking about??" kata gue (dalam hati).
kemudian dia sambung dengak kata " I Trust you, Broh !". Dammit !! Gue luluh coy, gue serasa pasir yang disapu gelombang samudra yang hilang terkikis samudera. I could not rejected. Okelah I try my best aja deh gaya gue sok bijak.
Dan gue pun mulai mimpin pasukan-pasukan gue yang jumlahnya ada 4 orang yang notabenenya lebih nyastra dari pada gue yang ga tau apa-apa dengan dunia bahasa dan sastra ini. Please, Keluarin gue dari neraka dunia ini ya, tuhan. Beberapa minggu berlalu, program kerja gue pun rampung dan siap untuk direalisasikan. Program unggulan gue pada saat itu adalah pengeadaan mading yang representatif untuk media informasi sekolah. Ya jelas pada saat itu sekolah gue emang belum memiliki mading karna baru berdiri 3 tahun dan gue adalah angkatan ke 2 saat itu.
Pengajuan papan mading kece pun dimulai ke sekolah dengan persetujuan si Pak Ketua OSIS. sayangnya gue harus menunggu 1 bulan pengadaan sedangkan ini program mading harus jalan dalam 1 minggu ke depan.
Oke, that's not the problem kata gue, kita bisa pake menggunakan media lain sementara waktu karna menurut gue yang paling penting isinya kan tampilan mah kedua. Semua sepakat dan kita pun prepare. Gue bersama 4 prajurit jagian gue dan disuppot oleh beberapa orang fans gue pun merancang tampilan dan isi mading perdana sekolah. everybody pun excited!
jreeengg,, jreng,,, jrenggg,,,,, Hari peluncuran pun tela tiba! Mading pun release dan semua pun pada ngumpul udah kayak anak ayam dikasih makan, ga sabar baca isi madingnya.
pada awalnya sih semua berjalan baik, gue puas dengan kinerja team dan meliat antusias para pembaca. Sampai saat dimana gue mendengar kabar kurang sedap saat gue tengah berada di ruang kelas. What the fuck! gue mendengar salah satu staff gue kena tonjok sama salah satu angkatan 1 (Senior Gue) dan tengah dibawa ke ruang UKS. Akhirnya terjadi Chaos di sekolahan. Teman-teman seangkatan gue ga terima perlakuan ini dan berniat untuk menyerang balik. Sebenarnya sebelumnya juga sudah banyak terjadi beberapa perselisihan antara angkatan I dan II dan kayanya ini lah puncaknya. Semua angkatan gue berkumpul dan merencanakan untuk ngelakuin sweet revenge tapi akhirnya berhasil digagalkan oleh barikade pertahanan guru-guru dan staff sekolah. You are safe,Bro!
Setelah melalui hasil interogasi oleh pihak yang berwenang di sana, ternyata semua bermula dari masalah konten mading yang di terbitkan.
Pada saat pertama masuk sekolah dulu sempat ada senior gue (yang nonjok temen gue) yang melontarkan kata-kata :
"Pasal 1 : Senior tidak pernah salah satu,
Pasal 2 : Jika senior salah, kembali ke pasal satu"
entah itu gurauan atau hal yang serius gue gatau, ga peduli bodo amat!
Ternyata insiden itu terjadi karna si Tukang Tonjok murka saat baca salah satu tulisan di mading yang di tulis sama staff gue yang isinya plesetan dari pasal-pasal itu. Mungkin si Tukang tonjok pada saat itu masih pendek akal jadi segala sesuatu harus diselesaikan dengan kekerasan.
Beberapa hari sempat terjadi ketegangan dan perang dingin antara angkatan I dan II. Yang pasti saat itu jumlah siswa angkatan gue 2 kali lipat dari angkatan. Kalo seandainya emang terjadi keributan, You know lah what happen? tapi untungnya engga,
beberapa hari kemudian kita denger kabar bahwa keputusannya si tukang tonjok dipindahkan ke sekolah lain tapi untungnya media saat itu belum sesadis sekarang. Problem ini ga sampai keespose sampai keluar, cukup internal aja.
Sebenarnya insiden ini cukup bikin gue and the team drop dan vakum beberapa saat. Untungnya kita mendapat kabar gembira kalo papan mading pesenan kita udah datang. Papan mading yang tampilannya lebih kece cukup buat dopping buat team gue tetep berkarier.
and everything was going fine sampaii akhir masa jabatan gue.
Sebenarnya kalo gue inget-inget ceritanya ini sebenarnya gue pengen ketawa sendiri. Gue curiga insiden yang naif ini mungkin juga dilatar belakangi oleh sinetron-sinetron atau mungkin juga inspirasi dari adengan AADC, saat si rangga digebukin sama si ama si apa tuh namanya lupa lagi gue,, cuma beda nya AADC itu karna cewek, ini karna mading.
Tapi at least satu hal yang gue kagumi dari sekolah gue adalah, segimana pun konflik yang terjadi saat masih di sekolahan, tapi semua tetap solid dan kompak pada saat udah jadi alumni ga cuma satu angkatan, tapi juga semua angkatan. Seakan selalu ada cerita manis untuk dikenang dan mengundang tawa untuk di ceritakan.
Kamis, 07 Juli 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar