Job Seeker 3G, Galau Gundah Gulana
"I come back". Ya, gue kembali
menulis. Detik dimana gue menulis saat ini adalah detik dimana status gue masih
sebagai seorang job seeker atau lebih
kasarnya sebagai tuna karya atau lebih kasarnya lagi sebagai seorang
pengangguran. kalo gue pikir-pikir sebenarnya di sisi lain pengangguran itu
adalah hal yang mulia, bro! Dengan lo jadi pengangguran itu artinya lu udah
ngasih kesempatan sama orang lain untuk mendapatkan pekerjaan. Walaupun
demikian saran gue perlu adanya regulasi yang mengatur tentang pemerataan
pengangguran.
Kalo perlu ada sertifikasi pengangguran yang legal, sehingga
dengan demikian traffic penganggurann bisa dikendalikan. Atau bila perlu adanya
yang kartu pengangguran indonesia, hamper mirip sama kartu sehat atau cerdas
gitu. Lebih perlunya lagi ada undang-undang yang mengatur tentang pengangguran,
udah ada kali yak? Jadi kalo lu mau ngelamarkerja lu tinggal bawa tu kartu. (Bukannya
udah ada kartu kuning ya?)
Well. that's not my point of view.
Sejujurnya gue sekarang lagi gundah gulana. Gue lagi galau gue rapuh tak
berdaya. Tingkat kegundahan, kegalauan gue saat ini hampir setara dengan
kegalauan film boliwood kuch kuch hota hai bagian CD ke tiganya,
tepatnya adengan ending yang menceritakan bagaimana kegalauan hari rahul ketika
melihat anjeli akan menikah dengan pemuda bernama aman, sedih! Eits, tapi
kegalauan gue ga ada urusannya sama asmara ya. Akhir-akhir ini gue lagi
dikelilingi soundtrack mellow dan galau, mulai dari lagunya hey
jude-the beatles sampai ke lagunya i won't give up-jason mraz, bahkan
ketika sampai pada puncaknya, gue sampai puter berkali-kali lagu oplosan yang
sempat hits beberapa waktu belakang.
Berbicara lagu oplosan, kadang gue heran dengan beberapa acara tv
belakangan. Program yang nampilin acara joget berjamaah, bahkan sampe beberapa
rakaat (lagu). gue bener-bener ga habis pikir, karna gue juga ga mau mikirin.
Tampaknya kegalauan gue mulai berdampak sistemik. Fenomena-fenomena aneh mulai
terjadi dalam hidup gue. mulai dari ngorong pake jempol, cabutin bulu ketek
pake tangan kosong, nonton sinetron ceritanya diluar nalar manusia normal, dan
fenomena yang menakutkan adalah bertabahnya diameter perut gue. Bahaya! Hampir
sebagian besar waktu gue habisin di depan laptop buat browsing, ngegame,
nonton, bahkan tidur bareng sama laptop. Kadang udah kayak istri aja gue
laptop, kalo seandainya laptop bisa punya anak, udah udah gue kawinin tu laptop
biar bisa beternak laptop sekalian. Sekalian jadi juragan laptop. kacaw!
Sebenarnya yang jadi akar dari kegundahan gue
yang tumbuh bersemi ini adalah status gue. Bukan masalah status jomblo, karna
saat ini gue masih punya someone
spesial yang masih setia bersama gue, aciyeeeh!. Tapi stutus gue yang sampai
saat ini belum kunjung mendapatkan pekerjaan. Terang saja saat ini gue butuh
pekerjaan buat penuhin kebutuhan hidup gue dan keluarga, modal nikah, bikin
rumah, beli kendaraan, biaya seklolah anak, asuransi jiwa, sampai buat beli
buat tanah kuburan. Gue masih stuggle untuk berjuang buat masa depan gue yang
cerah. Gue pengen hidup cerah walaupun bogor sering hujan. Walau pun begitu gue
masih keep fighting. Gue masih jadiin lagu i won't give up - jason
mraz sampai gue dapatin apa yang gue cita-citain. I believe that if you
try, hard and harder, you will get it. Gue bakal coba ceritain semua
perjuangan gue di sini :


jadi skrg mas nya udah kerja dimana?
BalasHapusAlhamd,,,
BalasHapussekarang udah kerja di Nokia Network dengan status extern employee atau lebih halusnya karyawan kontak,
hehe