Minggu, 12 Juli 2015
Nyoret part 12
Kuli Telco
Dear All, welcome back to this freaky note!
Dan sepertinya udah hampir lebih dari satu semester gue ga singgah di catatan gue yang sungguh aneh, ga jelas dan terkesan alay lebay ini. But that's not matter, anggap aja ini adalah sisi berbeda gue yang gue coba deskripsiin dalam coretan yang multi tafsir ini. Sip!
Gue masih ingat tearkhir kali gue posting di sini sekitar tahun baru 2015 kemarin. Waktu itu itu gue sempat cerita flashback dengan latar sephia old film tentang bagaimana gue bermetamorfosis bulu dari ulat bulu jadi kupu-kupu lucu. that's right!
Coreta
Gue cerita bagaimana kejamnya ibukota memperlakukan sarjana muda dengan penuh ke-PHP-an yang dalam, dan bagaimana kerasnya dunia pekerjaan nuntuk karyawan muda yang polos hampir tanpa busana (hoax). Yup, itu memang baru segelintir dari segelintar cerita yang gue ga tega untuk menceritakan karna akan menimbulkan efek psikologis bagi yang menulis maupun yang membacanya. So, stop it now!
Tapi kayaknya saat ini gue bakal cerita ga jauh lagi dari gimana keadaan gue saat ini dan ga bakalan jauh dari kehidupan kerja gue, basi tapi asik.
Bulan ini, tepat satu tahun gue jadi kuli telco di Nokia. Ya, perusahan multinasional dari Eropa (Finlandia) tapi nyang gue heran kenapa lebih didominasi ama orang-orang india? bahkan gue sempat curiga diantara mereka jangan-jangan ada saudaranya shahruk khan? amir khan? atau khan-khan lainnya? gue gatau. tapi yang jelas, i like the way they speaking english,
Kalo mgkin di semester pertama gue masih kerja layaknya pekerja lainnya. pergi pagi pulang sore, metro mini/kopaja lover, teriak TGIF setiap hari jumat, nikmatin weekend bareng keluarga ato pacar, males kerja di hari senin. Tetapi semuanya berubah semenjak negara api menyerang. ya gue ngerasa terdegradasi dan terombang ambing dengan pekerjaan gue. Gue ngerasa seperti kuli lepas yang selalu siap kalo dipanggil kerja atau dapat project.
Gue sempat pindah beberapa kali jenis pekerjaan yang gue handle. mulai dari pindah ke posisi sitedoc yang didominasi emak-emak bawel yang talkover, rumpi, dan gosip up to date. gue ngerasa terdampat di sebuah pulau yang dihuni oleh makluk pribumi yang terisolasi yang siap ngejadiin gue sebagai tumbal dalam upacara adatnya. so scary yeahh! setelah mencoba sekuat tenaga untuk posisi, akhirnya gue dipindah ke posisi lain, I feel freee,,,,
kemudaian gue dipindah untuk mensupport NOC, tapi bukan untuk monitoring, tapi buat closing trouble ticket, dengan kata lain, gue jadi OB tukang bersih-bersihnya NOC. Sakit memang tapi at least it's better than before. Untungnya gue ga lama jadi jadi OB NOC, karna 2 bulan kemuadian gue naik tahta jadi assistennya NOC, gue monitoring alarm power untuk semua region, dan di sini gue benar-benar ngerasa jadi kuli Telco saat menjelang terjadinya pemadaman listrik di daerah monitoring gue. Dan akhirnya sebulan kemudian gue didaulat untuk mengisi posisi NOC alarm monitoring (googling aja ya jobdesknya). Selebrasi dulu,, cheeeerrrss !
Kepindahan gue ke NOC kontan mengubah gaya hidup gue, kalo biasanya gue mengenal yang namanya weekday dan weekend, di sini gue mulai lupa. Sistem kerja shifting yang bikin gue jadi lupa hari. Kalender gue berganti menjadi 1122330000. masuk pagi, siang, malam, kemudian libur, dan seterusnya. anyway, i still trying to enjoy it so far.
ya, begitulah sedikit kisah pahit- pahit manis yang gue alami dalam kerja gue selama 1 semester ini. masih banyak di otak gue yang pengen gue ceritain, tapi kebetulan karna gue udah mulai ga mood, sepertinya gue cukupkan sampai di sini saja,
dari pengalaman di atas dapat kita ambil hikmahnya bahwa Jadi Boss itu emang lebih enak dari pada jadi OB
mohon maaf atas kesalahan, bye!
Label:
nyoret
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar