"Tak kenal maka tak sayang, pas udah sayang eh ternyata milik orang"
What’s up, Men !!!!
Let me Introduce my self :
Ahmad Shidiqi
Mungkin ini kali pertamanya gue nulis lagi setelah sekian lama hati gue tertutup, terbelenggu untuk menggapai salah satu cita-cita besar gue waktu kecil yaitu "Penulis"! Padahal beberapa waktu lalu gue masih jijik denger kata-kata nulis. Salah satu yang kebayang sama gue waktu denger kata nulis adalah "Diary". Sejujurnya bagi gue diary itu adalah sesuatu yang feminim bukan maskulin. Gue ga kebayang gimana jijiknya seorang cowok keren kayak gue gue nulis di buku gitu, curhat di sana kalo hari ini gue lagi sedih gara-gara duit jajan yang dikasih mama kurang, gue lagi bete gara-gara dimarahin bu guru gara-gara gue gangguin temen siswi di kelas, gue lagi seneng kalo ada cewek senyum ke gue hari ini. Sumpah, Gue ga bisa bayangin betapa menjijiknannya hal itu karna semua emang pernah gue lakuin ! Damn!
Gue gatau harus memulai semua ini dari mana karna gue masih ingat terakhir kali gue nulis adalah waktu SMA. Gue bikin sebuah cerpen dengan alibi tugas bahasa indonesia padahal sebenarnya adalah sebagai pelampiasan rasa kekesalan gue sama cewe yang gue taksir tapi ga naksir sama gue. Terinspirasi dari cerita sinema FTV saat itu, Gue bikin cerpen ini sebagai alat balas dendam. Kelak cerpen ini disukai Guru Bahasa Indonesia lalu rekomendasi lauching di mading dan alu pada akhirnya cewek itu merasa bersalah kemudian minta maaf sama gue tapi sayangnya gue gamau maafin dan akhirnya dia menyesal seumur hidupnya dan gue akan tertawa jahat, hahaha !
Namun nyatanya semua itu tidak pernah terjadi dan nilai tugas bahasa indonesia gue cuma dapat nilai 60, sungguh menyebalkan!
Sekedar ingin flashback ke belakang, gue ingin sedikit mengenang serpihan kenangan gue ketika masih di sekolah. Kisah-kisah yang menurut gue terlalu banyak hal-hal absurb yang pernah terjadi. Gue akan merunut cerita massa sekolah yang masih gue ingat dari SMA hingga SD.
"Masa sekolah adalah masa yang paling indah, Kisah kasih di sekolah", But it's not happened in my life !
Gue sekolah di SMAN Agam Cendekia angkatan II yang pada saat itu merupakan sekolah dengan rasio perbandingan antara cowo dan cewenya adalah 60:0. Tepatnya sekolah gue diisi oleh 100 % populasi batangan yang kepalanya plontos semua pada saat hari pertama gue masuk sekolah. Kita ga perlu lagi pake minyak rambut, parfum wangi untuk berangkat kesekolah kecuali mau narik perhatian teman sebangku yang juga batangan. Mau mengadu pedang mungkin? dan semuanya itu lebih diperparah lagi semua siswa tinggal di asrama dengan aturan semi militer. Wanita menjadi barang langka dan menjadi layak untuk diperbincangkan pada saat itu. Kakak-kakak penjaga kantin dan pembinalah yang menjadi juaranya pada saat itu. Terima kasih pada mereka karena tetap mengingatkan kami ke jalan yang lurus. Terima kasih, Kakak!
Untungnya setahun kemudian, rasio siswa nya menjadi 160:20. Penerimaan siswa di tahun berikutnya ada sekitar 20 siswi yang masuk. Rasanya seperti angin segar yang berhembus di pintu masuk sekolah saat ini akhirnya kami bisa melewati ujian ini selama satu tahun. Walaupun demikian cobaan belum berakhir, cobaan selanjutnya adalah kompetisi 160 siswa sekolah untuk memperebutkan hati 20 siswi di sekolah. Kalo seandainya pada saat itu ada program " Take me out Indonesia (Asrama)", hanya butuh 20 episode untuk menyelesaikan satu seasonnya. Pada akhirnya di tahun ketiga keadannya semakin membaik, peluang mulai membaik dengan rasio 14 :40. Ada peluang untuk memilih.
Kadang gue bingung kenapa gue bisa terdampar di sekolah tuna wanita seperti itu. Saat duduk di bangku SMP dulu mengidamkan untuk bisa masuk SMK dengan harapan turut merasakan rasanya tawuran. Gue terinspirasi dari cerita abang gue yang duduk di bangku SMK dengan cerita tawurannya yang sangat heroik. Gue ngerasa kalo gue layak ke SMK karna pamor gue anak nakal udah mencapai rating cukup tinggi, Gue udah mengasah bakat sejak SMP mulai dari berantem, ngangguin cewek-cewek, dan bolos sekolah. Salah satu prestasi yang unforgettable moment dalam kebandelan saya adalah waktu gue ngajak berantem guru geografi gue gara-gara beraninya ngegodain pacar dan nyukur rambut gue. Namun pada akhirnya gue sadar kalo semuanya ga ada gunanya.
Gue pernah berfikir apa penyebab salah arahnya masa SMP adalah metmorfosis tidak sempurna gue ketika masih SD. Pertama kali masuk sekolah gue adalah anak yang study oriented banget, gue punya niat yang kuat buat belajar, gue punya semanta untuk berprestasi di kelas dan semua terbukti saat gue berhasil juara kelas.Sampai pada masa pra puberitas yang gue alami sejak kelas 5 SD. dari sana lah dimulai kenakalan remaja di era non-informatika yang mungkin ga perlu gue sampein satu persatu.
Butnow,, the story begins, I've changed at all.
Mulai sekarang gue akan menggapai cita-cita gue untuk bisa setra denga J.K Rowling dengan blog gratis ini, Demi kemajuan Indonesia Raya, Merdeka atau Mati !
Gue pernah berfikir apa penyebab salah arahnya masa SMP adalah metmorfosis tidak sempurna gue ketika masih SD. Pertama kali masuk sekolah gue adalah anak yang study oriented banget, gue punya niat yang kuat buat belajar, gue punya semanta untuk berprestasi di kelas dan semua terbukti saat gue berhasil juara kelas.Sampai pada masa pra puberitas yang gue alami sejak kelas 5 SD. dari sana lah dimulai kenakalan remaja di era non-informatika yang mungkin ga perlu gue sampein satu persatu.
Butnow,, the story begins, I've changed at all.
Mulai sekarang gue akan menggapai cita-cita gue untuk bisa setra denga J.K Rowling dengan blog gratis ini, Demi kemajuan Indonesia Raya, Merdeka atau Mati !


Ooh jadi sifat ga mau ngalahnya udah dari orok yaa bg? ckckck pantesan ...
BalasHapus