Sabtu, 22 November 2014

Nyoret Part 10

New Season (Karyawan Kontrak)



It has been a long time gue ga pernah nyentuh-nyentuh lagi blog gue yang gue sayang walaupun sebenarnya banyak banyak ga penting dari pada pentingnya. Blog yang abstrak ini emang lama nemenin gue muali dari sejak gue masih dalam kondisi mahasiswa jomblo, cungkring, gondrong dan kere yang hobbynya nyari internet gratis di kampus. Harus gue akui juga sebenarnya lebih banyak mendatangkan mudharat dari pada manfaat ini sebenarnya emang ga layang tayang. Kalo seadainya dianalogikan sebagai sebuah sinetron atau FTV, blog ini bakal di kecam oleh yang namanya LPI dandilarang tayang hampir sama chasnya seperti film HOMES (horror mesum) yang banyak bintang bokep import.

Atau kalo seandainya blog ini dianalogikan sebagai kopaja atau metromini, mungkin ga bakal lolos uji kelayakan mesin, sekalipun lulus pasti bakal dicerca sama Ahok gubernur Jakarta saat ini.
Sedikir berbicara soal kopaja, gue selalu banyak punya pemikiran-pemikiran dari setiap kilo meter yang gue lewati bersama kendaran semi rongsokan ini. Ada Apa Dengan Kopaja? Harus diakui saat ini (sebelum harga  BBM naik, bensin menjadi Rp 8000,-) kopaja dan metromini tlah menjadi kendaraan favorite gue selama perjalanan menuju kantor. dengan mengesampingkan kenyamana, bagi gue kopaja adalah kendaran yang penuh adrenalin. Gue ga perlu ke dufan buat naik roll caster carna semuanya ada di kopaja. Ga banyak rute-rute yang gue lewatin pake kopaja, hanya dari dukuh atas sudirman sampai ke gatot subroto. itu udah cukup mewakilkan kopaja-kopaja lainnya yang mungkin lebih sangar lagi. Seharusnya sopir-sopir kopaja ditaruhnya di sentul, bukan jalan raya jakta.
Diantara banyak cerita tentang kopaja, yang paling menarik perhatian gue adalah perembutan penumpang saat ngetem. Kalo kita main ST Sudirman (dulunya dukuh atas) pada jam berangkat kantor, lu akan nemuinn penomena perebutan kekuasaan antara kopaja dan metromin. Ya seperti perang saudara gitu. Metromini dan Kopaja saling berebut mencari oenumpang saling berebut jalan bahkan sampe bloking jalan. ga jarang lu bakal sering denger sopir saling ngomel bahkan saling maki dan yang lebih parahnya lagi adalah saling serempet kendaraan, Lama-lama bakal bakal terbiasa.
Ya, kopaja mungkin sala satu cerita dari new season yang gue alami. gue seolah bertametamorphosis dari seorang sarjana yang lama menganggur menjadi seorang karyawan engineer kontrak (red, karyawan kontrak). setelah penantian dan perjuangan panjang gue selama kurang lebih 8 bulan dalam mencari profesi (nganggur), akhirnya gue berlabuh di sebuah perusahaan telekomunikasi swasta milik asing dengan status karyawan internal atau lebih halusnya lagi karyawan kontrak. setidaknya semua ini lebih baik dari pada gue jadi seorang pengangguran.
Gue memulai debut gue di perusahaan itu mulai dari pertengahan july 2014. Gue masuk dengan kondisi sebagai seorang fresh graduate walaupun sebenarnya orang-orang sebaya gue harusnya udah berstatus experienced. Gue ga peduli, yang penting gue mau belajar dan berkembang itu aja cukup. sama seperti biasanya setiap gue mulai masuk ke dalam sesuatu yang baru, bakal keliatan banget begonya gue. I feel that i was nothing, people around me was best people who had good skill. Ya, gue ngerasa gue harus berlari lebih kencang agar gue bisa menyesuaikan diri gue dengan lingkungan gue saat itu.nothing immposibble, we can as long as we believe. Keyakinan yang bikin gue merasa gue bisa bertahan.
Well, saat ini banyak perubahan yang mulaigue alami dalam hidup ini. bagi gue saat ini gue masuk ke next stage where i am supposed to be better and ready to be competed. Walau bagaimanapun, gue masih gue, gue yang cupu, garing, cuek dan apa adanya gue. everything will not change me. dan untuk ke depannya bakal banyak cerita yang ga bermanfaat yang bakal gue tulis buat inspirasi buat gue sendiri.
Dari coretan di atas hikmah yang dapat gue ambil adalah gunakanlah busway/transjakarta karna selain murah ada AC juga.
salam

0 komentar:

Posting Komentar